Bayangkan ini: kamu lagi bongkar-bongkar lemari lama di rumah orang tua, terus tiba-tiba nemu satu bungkus permen kacamata yang dulu selalu kamu beli di warung depan sekolah. Seketika, semua kenangan masa kecil datang membanjiri. Rasa manisnya masih sama, bentuknya pun tetap ikonik—lingkaran warna-warni yang bisa dipakai dulu sebelum akhirnya dikunyah habis.
Nah, nostalgia kayak gini ternyata juga dirasakan sama diaspora Indonesia di luar negeri! Meski sudah bertahun-tahun tinggal di luar, banyak dari mereka yang masih mencari dan menikmati jajanan serta mainan jadul khas Indonesia. Bahkan, mereka mengenalkan ini ke anak-anak mereka sebagai bagian dari warisan budaya.
Jajanan Jadul yang Bikin Kangen
Buat diaspora Indonesia, mencari jajanan khas masa kecil adalah cara untuk tetap terhubung dengan kampung halaman. Beberapa camilan yang sering diburu di luar negeri antara lain:
- Coklat Choki-Choki – Dulu selalu direbutin, sekarang masih jadi favorit buat dicocol langsung dari kemasannya.
- Mie Lidi – Siapa yang dulu makannya sambil bersihin tangan berkali-kali karena bubuk bumbunya?
- Permen Kacamata – Dipakai dulu, difoto, baru dimakan!
- Choyo-Choyo – Sensasi unik mencelupkan permen ke bubuk rasa-rasa.
- Rambut Nenek (Arum Manis) – Lembut, manis, dan langsung meleleh di mulut!
Mainan Jadul yang Jadi Harta Karun di Perantauan
Nggak cuma jajanan, mainan jadul juga masih punya tempat spesial di hati diaspora. Banyak yang bahkan sengaja membelinya untuk dikenalkan ke anak-anak mereka.
- Congklak – Nggak cuma seru dimainkan, tapi juga ngajarin strategi dan hitungan.
- Bekel – Game yang butuh koordinasi tangan dan mata yang bagus!
- Kuda Lumping Mini – Anak-anak diaspora diajak mengenal budaya lewat mainan ini.
- Lompat Tali & Lompat Karet – Dulu dimainkan di halaman rumah, sekarang sering jadi permainan di acara komunitas diaspora.
"Seorang ibu di Swiss pernah cerita, dia sengaja membelikan congklak untuk anaknya karena ingin mengenalkan permainan masa kecilnya sendiri. Ada juga yang berburu mie lidi karena ingin merasakan kembali sensasi ngemil sambil ngobrol bareng teman sekolah dulu," ungkap Product Development Master Bagasi Eka Elvinana.
Untungnya, sekarang nggak perlu lagi repot cari teman yang bisa bawain dari Indonesia. Lewat Master Bagasi, jajanan dan mainan jadul ini bisa langsung dikirim ke berbagai negara. Jadi, nostalgia masa kecil tetap bisa dinikmati meskipun jauh dari kampung halaman!
Diaspora & Kegiatan Nostalgia: Dari 17-an Sampai Lebaran
Saat momen-momen spesial seperti Lebaran atau 17 Agustusan, komunitas diaspora sering mengadakan acara yang penuh dengan permainan tradisional. Tarik tambang, balap karung, atau lomba makan kerupuk jadi cara mereka menjaga tradisi tetap hidup di tanah rantau.
Menariknya, di acara-acara ini, jajanan dan mainan jadul selalu jadi bagian tak terpisahkan. Ada yang sengaja membagikan permen kacamata buat anak-anak, ada juga yang bikin lomba bekel biar anak-anak diaspora merasakan keseruan permainan tradisional Indonesia.
Jajanan & Mainan Jadul: Jembatan Nostalgia di Tanah Rantau
Bagi diaspora Indonesia, menikmati jajanan dan mainan jadul bukan cuma soal rasa atau keseruan. Ini adalah tentang menjaga kenangan, memperkenalkan budaya ke generasi berikutnya, dan tetap merasa dekat dengan kampung halaman—meskipun mereka berada ribuan kilometer jauhnya.
Kalau kamu di luar negeri dan kangen jajanan atau mainan masa kecil, sekarang udah gampang! Master Bagasi siap bantu kirim berbagai produk nostalgia ini ke berbagai negara. Yuk, bawa kembali kenangan indah masa kecil dan kenalkan budaya Indonesia ke lingkungan sekitarmu!
Kalau kamu di luar negeri, ada nggak jajanan atau mainan jadul yang masih kamu cari sampai sekarang?