Pernah nggak sih, dengar orang bilang, "Aku emang nggak jago di bidang ini," atau "Kayaknya aku nggak bakat deh, mending nggak usah nyoba"? Nah, itu adalah contoh dari fixed mindset.
Sebaliknya, ada juga yang bilang, "Aku belum bisa sekarang, tapi kalau aku belajar dan latihan, pasti bisa!" Nah, ini yang disebut growth mindset.
Fixed Mindset vs Growth Mindset
Fixed mindset adalah pola pikir di mana seseorang percaya bahwa kemampuan dan kecerdasan itu tetap alias nggak bisa diubah. Kalau nggak berbakat ya udah, nggak ada gunanya mencoba.
Sementara itu, growth mindset percaya bahwa kemampuan bisa dikembangkan dengan usaha, belajar, dan pengalaman.
CEO Master Bagasi, misalnya, nggak pernah ragu untuk membangun perusahaannya dari nol.
"Saya yakin Master Bagasi akan menjadi perusahaan besar. Saya nggak peduli dengan omongan orang yang meragukan. Yang bisa menantang diri kita adalah diri kita sendiri. Kalau kita berhenti mencoba, berarti kita sendiri yang menghambat pertumbuhan kita," katanya.
Ketika membangun bisnis, banyak orang pasti akan meragukan. Tapi kalau kita punya growth mindset, kita nggak akan gampang menyerah hanya karena tantangan. Semua orang punya kelebihan masing-masing, dan yang membedakan adalah bagaimana kita memanfaatkan dan mengasah kelebihan itu.
Kenapa Growth Mindset Itu Penting?
1. Meningkatkan Kemampuan - Kalau kita percaya bahwa kita bisa berkembang, kita bakal lebih termotivasi buat belajar hal-hal baru.
2. Nggak Takut Gagal - Orang dengan growth mindset melihat kegagalan sebagai kesempatan buat belajar, bukan sebagai akhir dari segalanya.
3. Lebih Kreatif dan Berani Ambil Risiko - Kalau kita selalu takut gagal, kita nggak akan pernah mencoba hal baru.
4. Lebih Percaya Diri- Karena kita tahu bahwa dengan usaha, kita bisa berkembang dan mencapai yang kita mau.
Jadi, daripada terjebak di fixed mindset yang bikin kita takut berkembang, coba deh latih diri buat selalu berpikir dengan growth mindset. Nggak ada yang langsung jago dari awal, tapi semua bisa belajar dan bertumbuh. Setuju?